laa ilaaha illallah

LĀ ILĀHA ILLALLĀH MUḤAMMAD RASŪLULLĀH

لَآ إِلَٰهَ إِلَّا اللّٰهُ
lā ilāha illallāh(u)

Tidak ada ilah kecuali Allah. – [QS.1:1]

 

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللّٰهِ
muḥammadur rosūlullāh(i)

Muḥammad utusan Allah. – [QS.1:1]

 

LĀ ILĀHA ILLALLĀH DI DALAM AL-QUR’AN

لَآ إِلَٰهَ إِلَّا اللّٰهُ lā ilāha illallāh(u) secara eksplisit ada di 2 ayat di dalam Al-Qur’an:

  1. QS. Ash-Shāffāt (37) : 35 [QS.37:35]
  2. QS. Muḥammad (47) : 19 [QS.47:19]

 

#1 QS. Ash-Shāffāt (37) : 35

إِنَّهُمۡ كَانُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا اللّٰهُ يَسۡتَكۡبِرُونَ٣٥

innahum kānū idzā qīla lahum lā ilāha illallāhu yastakbirūn(a)

Sesungguhnya dahulu apabila dikatakan kepada mereka, lā ilāha illallāh (Tidak ada ilah selain Allah), mereka menyombongkan diri.

 

#2 QS. Muḥammad (47) : 19

فَاعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَالۡمُؤۡمِنَٰتِۗ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَمَثۡوَىٰكُمۡ١٩

fa`lam annahū lā ilāha illallāhu wastaghfir lidzambika wa lil-mu’minīna wal-mu’mināt(i), wallāhu ya`lamu mutaqollabakum wa matswākum

Ketahuilah bahwa tidak ada ilah kecuali Allah, serta mohonlah ampunan atas dosamu dan (dosa) orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Allah mengetahui tempat kegiatan dan tempat istirahatmu.

laa ilaaha illallah laa ilaaha illallah laa ilaaha illallah

MUḤAMMADUR RASŪLULLĀH DI DALAM AL-QUR’AN

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللّٰهِ muḥammadur rosūlullāh(i) secara eksplisit ada di 1 ayat di dalam Al-Qur’an:

QS. Al-Fatḥ (48) : 29

مُّحَمَّدٞ رَّسُولُ اللّٰهِۚ وَالَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى الۡكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيۡنَهُمۡۖ تَرَىٰهُمۡ رُكَّعٗا سُجَّدٗا يَبۡتَغُونَ فَضۡلٗا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضۡوَٰنٗاۖ سِيمَاهُمۡ فِي وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ السُّجُودِۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمۡ فِي التَّوۡرَىٰةِۚ وَمَثَلُهُمۡ فِي الۡإِنجِيلِ كَزَرۡعٍ أَخۡرَجَ شَطۡـَٔهُۥ فَـَٔازَرَهُۥ فَاسۡتَغۡلَظَ فَاسۡتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعۡجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الۡكُفَّارَۗ وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّـٰلِحَٰتِ مِنۡهُم مَّغۡفِرَةٗ وَأَجۡرًا عَظِيمَۢا٢٩

muḥammadur rosūlullāh(i), wal-ladzīna ma`ahū asyiddā’u `alal-kuffāri ruḥamā’u bainahum tarōhum rukka`an sujjaday yabtaghūna fadhlam minallāhi wa ridhwānā(n), sīmāhum fī wujūhihim min atsaris-sujūd(i), dzālika matsaluhum fit-taurōh(ti), wa matsaluhum fil-injīl(i), kazar`in akhroja syath’ahū fa āzarohū fastaghlazho fastawā `alā sūqihī yu`jibuz-zurrō`a liyaghīzho bihimul-kuffār(a), wa`adallāhul-ladzīna āmanū wa `amilush-shōliḥāti minhum maghfirotaw wa ajron `azhīmā(n)

Muḥammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Itulah sifat-sifat mereka dalam Taurāt dan Injīl, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu makin kuat, lalu menjadi besar dan tumbuh di atas batangnya. Tanaman itu menyenangkan hati orang yang menanamnya. (Keadaan mereka diumpamakan seperti itu) karena Allah hendak membuat marah orang-orang kafir. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

 

muhammadur rasulullah muhammadur rasulullah

lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh
Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.

allāhu wa rosūluhu a`lam
Allah dan RasulNya lebih mengetahui.

REFERENSI

AL-QUR’AN

LĀ ILĀHA ILLALLĀH


QS. Ash-Shāffāt (37) : 35

إِنَّهُمۡ كَانُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا اللّٰهُ يَسۡتَكۡبِرُونَ٣٥

innahum kānū idzā qīla lahum lā ilāha illallāhu yastakbirūn(a)

Sesungguhnya dahulu apabila dikatakan kepada mereka, lā ilāha illallāh (Tidak ada ilah selain Allah), mereka menyombongkan diri.


QS. Muḥammad (47) : 19

فَاعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَالۡمُؤۡمِنَٰتِۗ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَمَثۡوَىٰكُمۡ١٩

fa`lam annahū lā ilāha illallāhu wastaghfir lidzambika wa lil-mu’minīna wal-mu’mināt(i), wallāhu ya`lamu mutaqollabakum wa matswākum

Ketahuilah bahwa tidak ada ilah kecuali Allah, serta mohonlah ampunan atas dosamu dan (dosa) orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Allah mengetahui tempat kegiatan dan tempat istirahatmu.

MUḤAMMAD RASŪLULLĀH


QS. Al-Fatḥ (48) : 29

مُّحَمَّدٞ رَّسُولُ اللّٰهِۚ وَالَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى الۡكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيۡنَهُمۡۖ تَرَىٰهُمۡ رُكَّعٗا سُجَّدٗا يَبۡتَغُونَ فَضۡلٗا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضۡوَٰنٗاۖ سِيمَاهُمۡ فِي وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ السُّجُودِۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمۡ فِي التَّوۡرَىٰةِۚ وَمَثَلُهُمۡ فِي الۡإِنجِيلِ كَزَرۡعٍ أَخۡرَجَ شَطۡـَٔهُۥ فَـَٔازَرَهُۥ فَاسۡتَغۡلَظَ فَاسۡتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعۡجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الۡكُفَّارَۗ وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّـٰلِحَٰتِ مِنۡهُم مَّغۡفِرَةٗ وَأَجۡرًا عَظِيمَۢا٢٩

muḥammadur rosūlullāh(i), wal-ladzīna ma`ahū asyiddā’u `alal-kuffāri ruḥamā’u bainahum tarōhum rukka`an sujjaday yabtaghūna fadhlam minallāhi wa ridhwānā(n), sīmāhum fī wujūhihim min atsaris-sujūd(i), dzālika matsaluhum fit-taurōh(ti), wa matsaluhum fil-injīl(i), kazar`in akhroja syath’ahū fa āzarohū fastaghlazho fastawā `alā sūqihī yu`jibuz-zurrō`a liyaghīzho bihimul-kuffār(a), wa`adallāhul-ladzīna āmanū wa `amilush-shōliḥāti minhum maghfirotaw wa ajron `azhīmā(n)

Muḥammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Itulah sifat-sifat mereka dalam Taurāt dan Injīl, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu makin kuat, lalu menjadi besar dan tumbuh di atas batangnya. Tanaman itu menyenangkan hati orang yang menanamnya. (Keadaan mereka diumpamakan seperti itu) karena Allah hendak membuat marah orang-orang kafir. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.