BISMILLĀH
BISMI DI DALAM AL-QUR’AN
بِٱسۡمِ bismi yang terdiri dari huruf بِ bi dan ٱسۡمِ ismi tertulis di 7 ayat di dalam Al-Qur’an.
بِسۡمِ اللّٰهِ bismillāh 3 ayat dan بِاسۡمِ رَبِّكَ bismi robbika 4 ayat.
BISMILLĀH DI DALAM AL-QUR’AN
بِسۡمِ اللّٰهِ bismillāh(i) secara eksplisit ada di 3 ayat di dalam Al-Qur’an:
- QS. Al-Fātiḥah (1) : 1 [QS.1:1]
- QS. Hūd (11) : 41 [QS.11:41]
- QS. An-Naml (27) : 30 [QS.27:30]
بِسۡمِ اللّٰهِ الرَّحۡمَٰنِ الرَّحِيمِ١
Dengan Asma Allah, Ar-Raḥmān Ar-Raḥīm.
۞وَقَالَ ارۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ اللّٰهِ مَجۡرٜىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ٤١
Dia (Nūḥ) berkata, “Naiklah kamu semua ke dalamnya (bahtera) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya! Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
إِنَّهُۥ مِن سُلَيۡمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسۡمِ اللّٰهِ الرَّحۡمَٰنِ الرَّحِيمِ٣٠
Sesungguhnya (surat) itu berasal dari Sulaimān yang isinya (berbunyi,) “Dengan Asma Allah, Ar-Raḥmān Ar-Raḥīm.”
BISMI RABBIKA DI DALAM AL-QUR’AN
بِاسۡمِ رَبِّكَ bismi robbika secara eksplisit ada di 4 ayat di dalam Al-Qur’an:
- QS. Al-Wāqi`ah (56) : 74 [QS.56:74]
- QS. Al-Wāqi`ah (56) : 96 [QS.56:96]
- QS. Al-Ḥāqqah (69) : 52 [QS.69:52]
- QS. Al-`Alaq (96) : 1 [QS.96:1]
اقۡرَأۡ iqro’ yang dengannya Muḥammad C menjadi seorang nabi.
اقۡرَأۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ١
Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan!
بِاسۡمِ رَبِّكَ bismi robbika selanjutnya sama persis di 3 tempat berbeda.
فَسَبِّحۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الۡعَظِيمِ
Maka, bertasbihlah dengan nama Tuhanmu Yang Maha Agung.
BISMILLĀH DAN BISMI RABBIKA
بِسۡمِ اللّٰهِ bismillāh dan بِاسۡمِ رَبِّكَ bismi robbika memiliki struktur kalimat yang serupa.
Hanya saja, jika kita perhatikan secara detail, ada fakta menarik yang kita temukan, yaitu perbedaan penulisan bismi pada kedua kalimat, meskipun makna dan pelafalannya sama.
بِسۡمِ bismi pada بِسۡمِ اللّٰهِ bismillāh tidak menggunakan ا alif, sedangkan بِٱسۡمِ bismi pada بِٱسۡمِ رَبِّكَ bismi robbika tetap mempertahankan ا alif.
Abū `Amr Ad-Dānī I (371-444H) berkata[a1]:
Ketahuilah bahwa tidak ada perbedaan pendapat mengenai penulisan alif washl yang gugur dari lafaz ketika dibaca secara bersambung, kecuali pada 5 tempat. Pada tempat-tempat tersebut, alif dihilangkan dalam seluruh mushaf.
Yang pertama adalah tasmiyah pada awal-awal surah dan pada firmanNya dalam surah Hūd[QS.11:41], بِسۡمِ اللّٰهِ مَجۡرَاهَا وَمُرۡسَاهَا bismillāhi majrêhā wa mursāhā. Tidak pada selain itu, karena banyaknya penggunaan.
Adapun firmanNya, بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِي bismi robbikalladzī[QS.96:1] dan بِاسۡمِ رَبِّكَ الۡعَظِيمِ bismi robbikal-`azhīm[QS.69:52] dan yang semisalnya, maka alif pada lafaz tersebut tetap ditulis dalam rasm, tanpa ada perbedaan pendapat.
Ad-Dānī I menyebutkan huruf alif dihilangkan dikarenakan banyaknya penggunaan, yaitu pada:
- tasmiyah di awal surah, dan
- QS. Hūd (11):41.
Beliau tidak menyebutkan secara eksplisit tasmiyah di QS. An-Naml (27):30[QS.27:30], meskipun di dalam mushaf huruf alifnya dihilangkan.
lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh
Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.
allāhu wa rosūluhu a`lam
Allah dan RasulNya lebih mengetahui.
REFERENSI
AL-QUR’AN
BISMILLĀH
بِسۡمِ اللّٰهِ الرَّحۡمَٰنِ الرَّحِيمِ١
Dengan Asma Allah, Ar-Raḥmān Ar-Raḥīm.
۞وَقَالَ ارۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ اللّٰهِ مَجۡرٜىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ٤١
Dia (Nūḥ) berkata, “Naiklah kamu semua ke dalamnya (bahtera) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya! Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
إِنَّهُۥ مِن سُلَيۡمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسۡمِ اللّٰهِ الرَّحۡمَٰنِ الرَّحِيمِ٣٠
Sesungguhnya (surat) itu berasal dari Sulaimān yang isinya (berbunyi,) “Dengan Asma Allah, Ar-Raḥmān Ar-Raḥīm.”
BISMI RABBIKA
فَسَبِّحۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الۡعَظِيمِ٧٤
Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.
فَسَبِّحۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الۡعَظِيمِ٩٦
Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.
فَسَبِّحۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الۡعَظِيمِ٥٢
Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.
اقۡرَأۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ١
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!
`ULAMA’
ABŪ `AMR AD-DĀNĪ I
(الۡمُقۡنِعِ فِي رَسۡمِ مَصَاحِفِ الۡأَمۡصَارِ)
Hal. 36 Edisi Syamila
كِتَابُ الۡمُقۡنِعِ فِي رَسۡمِ مَصَاحِفِ الۡأَمۡصَارِ
بَابُ ذِكۡرِ مَا رُسِمَ فِي الۡمَصَاحِفِ بِالۡحَذۡفِ وَالۡإِثۡبَاتِ
ذِكۡرُ مَا حُذِفَتۡ مِنۡهُ الۡأَلِفُ اخۡتِصَارًا
واعۡلَمۡ أَنَّهُ لَا خِلَافَ فِي رَسۡمِ أَلِفِ الۡوَصۡلِ السَّاقِطَةِ مِنَ الۡلَفۡظِ فِي الدَّرۡجِ إِلَّا فِي خَمۡسَةِ مَوَاضِعَ فَإِنَّهَا حُذِفَتۡ مِنۡهَا فِي كُلِّ الۡمَصَاحِفِ.
فَأَوَّلُهَا: التَّسۡمِيَةُ فِي فَوَاتِحِ السُّوَرِ وَفِي قَوۡلِهِ فِي هُودٍ “بِسۡمِ اللّٰهِ مَجۡرَاهَا وَمُرۡسَاهَا” لَا غَيۡرُ ذَٰلِكَ لِكَثۡرَةِ الِاسۡتِعۡمَالِ فَأَمَّا قَوۡلُهُ “بِإِسۡمِ رَبِّكَ الَّذِي” وَ”بِاسۡمِ رَبِّكَ الۡعَظِيمِ” وَشِبۡهُهُ فَالۡأَلِفُ فِيهِ مُثۡبَتَةٌ فِي الرَّسۡمِ بِلَا خِلَافٍ.
wa`lam annahu lā khilāfa fī rosmi alifi al-washli as-sāqithoti min al-lafzhi fī ad-darj illā fī khomsati mawādhi` fa innahā ḥudzifat minhā fī kulli al-mashōḥif.
fa awwaluhā: at-tasmiyatu fī fawātiḥi as-suwar wa fī qoulihi fī Hūd “bismillāhi majrêhā wa mursāhā” lā ghoiru dzālika likatsroti al-isti`māl fa ammā qouluhu “bismi robbikalladzī” wa “bismi robbikal-`azhīm” wa syibhuhu fal-alifu fīhi mutsbatatun fī ar-rosmi bilā khilāf.
Kitab Al-Muqni` tentang Rasm Mushaf-Mushaf di Berbagai Negeri
Bab Penjelasan Apa yang Ditulis dalam Mushaf beserta Bagian yang Dihilangkan dan Ditetapkan.
Penjelasan tentang Kata yang Alifnya Dihilangkan supaya Ringkas.
Ketahuilah bahwa tidak ada perbedaan pendapat mengenai penulisan alif washl yang gugur dari lafaz ketika dibaca secara bersambung, kecuali pada 5 tempat. Pada tempat-tempat tersebut, alif dihilangkan dalam seluruh mushaf.
Yang pertama adalah tasmiyah pada awal-awal surah dan pada firmanNya dalam surah Hūd, بِسۡمِ اللّٰهِ مَجۡرَاهَا وَمُرۡسَاهَا bismillāhi majrêhā wa mursāhā. Tidak pada selain itu, karena banyaknya penggunaan.
Adapun firmanNya, بِإِسۡمِ رَبِّكَ الَّذِي bismi robbikalladzī dan بِاسۡمِ رَبِّكَ الۡعَظِيمِ bismi robbikal-`azhīm dan yang semisalnya, maka alif pada lafaz tersebut tetap ditulis dalam rasm, tanpa ada perbedaan pendapat.









